SMA KATOLIK SANG TIMUR

SMA KATOLIK SANG TIMUR

Penuh Kasih-Cerdas-Transformatif-Berbudaya-Berwawasan Global
BERITA

Live In 2025: Belajar Empati & Budaya di Magelang-Jogja

31/Oct/2025
Live In 2025: Belajar Empati & Budaya di Magelang-Jogja
 

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota modern dan ketergantungan pada gawai, kapan terakhir kali kita benar-benar menyatu dengan kesederhanaan? Pertanyaan inilah yang terjawab dalam kegiatan Live in SMA Katolik Sang Timur tahun 2025. Selama beberapa hari, para siswa diajak keluar dari zona nyaman mereka untuk tinggal, berinteraksi, dan belajar langsung dari denyut nadi kehidupan masyarakat pedesaan di Magelang.

Lebih dari sekadar jalan-jalan, perjalanan ini menjadi titik balik bagi banyak siswa untuk memaknai ulang arti kehidupan, rasa syukur, dan empati.

Menyelami Kehidupan Autentik di Desa

Setibanya di desa sekitar lereng Gunung Merapi, Magelang, hawa sejuk dan senyum ramah warga setempat atau induk semang langsung menyambut para siswa. Mereka tidak menginap di hotel berbintang, melainkan di rumah-rumah warga yang sederhana.

Aktivitas harian pun berubah drastis. Mulai dari bangun sebelum matahari terbit, ikut memanen sayur di ladang, hingga membantu memasak dengan kayu bakar.

"Awalnya saya mengeluh karena tidak ada sinyal internet dan airnya sangat dingin. Tapi saat ikut keluarga asuh menanam padi dan melihat betapa kerasnya mereka bekerja demi sepiring nasi, saya tiba-tiba merasa malu. Saya belajar banyak tentang rasa syukur di sini."
— Michelle, Siswi Kelas XI
Wisata Edukasi Borobudur dan Malioboro

Lebih dari Sekadar Liburan, Ini Manfaat Studi Wisata

Program Live In ini membuktikan bahwa manfaat studi wisata jauh melampaui teori di dalam kelas. Pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) seperti ini sangat krusial dalam pembentukan karakter anak muda.

Ketika siswa dihadapkan pada realitas sosial yang berbeda dari keseharian mereka, muncul kepekaan emosional yang sulit didapatkan hanya dari membaca buku pelajaran. Mereka belajar beradaptasi, bergotong royong, dan memecahkan masalah praktis di lapangan.

Meresapi Nilai di situs-situs Sejarah

Setelah menyelami kehidupan desa, perjalanan jurnal berlanjut dengan pengenalan sejarah dan budaya. Rombongan tidak sekadar mampir berfoto, melainkan melakukan wisata edukasi di Magelang dan Jogja secara mendalam. Kunjungan yang difokuskan pada Candi Borobudur dan kawasan Malioboro ini memberikan perspektif baru tentang kehebatan warisan masa lalu dan denyut nadi ekonomi kerakyatan.

"Berdiri di pelataran Candi Borobudur membuat saya takjub akan kehebatan leluhur kita. Ditambah lagi saat menyusuri Malioboro, interaksi dengan para pedagang lokal benar-benar mengajarkan saya arti keramahtamahan yang sesungguhnya."
— Christopher, Peserta Live In 2025

Apa Saja yang Siswa Pelajari dari Perjalanan Ini?

  • Kemandirian yang Terasah:
    Jauh dari orang tua memaksa siswa untuk mengurus keperluan pribadinya sendiri.
  • Empati yang Tumbuh:
    Berinteraksi dengan warga desa lintas generasi dan latar belakang ekonomi membuka mata hati mereka.
  • Apresiasi Budaya & Sejarah:
    Mengagumi jejak peradaban di Borobudur dan merasakan kehangatan interaksi sosial di Malioboro.
  • Detoks Digital:
    Mengurangi ketergantungan pada smartphone dan lebih fokus pada obrolan tatap muka yang hangat.

Kesimpulan

Kegiatan Live In Magelang-Jogja 2025 telah mengukir memori tak terlupakan di hati para siswa. Bukan foto-foto estetik yang menjadi oleh-oleh utama, melainkan pelajaran hidup tentang empati, kesederhanaan, dan cinta pada budaya bangsa. Pengalaman ini adalah bekal berharga bagi mereka untuk tumbuh menjadi generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.

Tertarik dengan Pengalaman Seru Ini?

Ingin merasakan serunya program edukatif seperti ini?

Bergabunglah Menjadi Keluarga Sang Timur Lewat SPMB!
 kembali